Aceh International Rapa'i Festival 2018 Segera Dimulai

Selamat malam, teman-teman semua.

Sudah pernah dengar Rapa'i, alat musik tradisional khas Aceh? Atau teman-teman sudah familiar dengan bentuk dan nada-nada yang dihasilkan dari alat musik ini?

aceh international rapa'i festival 2018


Rapa'i punya sejarah panjang sebagai alat musik perkusi tradisional provinsi Daerah Istimewa Aceh. Rapa'i juga sekaligus menjadi merek dari provinsi ini. Alat musik satu ini sering digunakan dalam upacara keagamaan antara lain: acara peringatan, pernikahan, dan khitanan; pertunjukan tari, juga acara tradisional masyarakat Aceh.

Menjadi kebanggaan warga Aceh, seni tabuh Rapa'i diangkat menjadi sebuah acara berkelas international. Pertama kali diadakan pada tahun 2016 di kota Banda Aceh, tahun 2018 ini menjadi kali kedua penyelenggaraan Aceh International Rapa'i Festival (ACIRAF). Event ACIRAF yang kedua ini akan dilangsungkan pada tanggal 4-7 November 2018.

Aceh International Rapa'i Festival menjadi sebuah gelaran pertunjukan seni Rapa'i dan perkusi dunia, yang telah masuk dalam World Music. Event ini digelar setiap dua tahun sekali. Menjadi acara berskala internasional, ACIRAF berhasil masuk dalam 100 top Calender of Event dari Wonderful Indonesia 2018.

Untuk tahun ini, Aceh International Rapa'i Festival akan menampilkan acara yang meriah dan sedikit berbeda dibandingkan acara sebelumnya di Banda Aceh. Hal ini dikarenakan para panitia mengambil konsep perkusi bernuansa islami. Sound so interesting, right?


aceh international rapa'i festival 2018
Sumber foto: Ist

Jadi, akan ada penampilan dari seni tabuh Rapa'i serta perkusi tradisi dari beberapa negara. Semuanya tanpa diiringi dengan alat musik modern, musik yang dihasilkan murni dari Rapa'i dan perkusi saja yang siap tampil di event ini. Para peserta perkusi bukan hanya dari luar negeri saja lho, dari dalam negeri juga tak kalah hebatnya.

Sebut saja peserta perkusi tanah air pada Aceh International Rapa'i Festival 2018 ini adalah Sanggar Alam Serang Dakko dari Sulawesi Selatan, Sanggar Legaran Sati dari Sumatera Barat, Sanggar Gempar Lima, Gendang Panjang Bengkalis, Riau, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Lhokseumawe dijadikan lokasi penyelenggaraan Aceh International Rapa'i Festival 2018 karena dianggap telah mampu untuk melestarikan seni tabuh Rapa'i Aceh. Lebih tepatnya, event ini dibagi menjadi tiga lokasi acara: Lapangan Sudirman, Stadion Tunas Bangsa, dan Waduk Jeulikat. Pada tiga lokasi ini sedang dilakukan persiapan final untuk acaranya lho gaes.

Untuk mencapai kota Lhokseumawe sebagai lokasi pelaksanaan Aceh International Rapa'i Festival, bisa melalui jalur darat maupun udara. Jika teman-teman memilih perjalanan udara, tersedia penerbangan setiap harinya dari Jakarta dan Medan dengan tujuan Sultan Iskandar Muda International Airport di Banda Aceh, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat sekitar enam jam menuju kota Lhokseumawe.

Teman-teman juga jangan bingung soal penginapan karena tersedia berbagai jenis penginapan di kota ini, mulai dari hotel bintang hingga penginapan yang terjangkau. Semuanya bisa dipilih berdasarkan keinginan dan kebutuhan kita.

Dalam perjalanan dari Banda Aceh menuju Lhokseumawe pun bisa sekalian beli oleh-oleh lho teman. Salah satu yang harus teman-teman cicipi adalah Bek Tuwo Keripik Dapu Cek Sam. Bertempat di kawasan Saree, Lembah Seulawah, Keripik Dapu Cek Sam dibuat langsung di tempat sehingga kerenyahan keripik ini masih terjamin. Selain itu ada juga berbagai penjual keripik lain yang bisa teman-teman pilih sebagai oleh-oleh atau pun untuk cemilan di sepanjang perjalanan.

aceh international rapa'i festival 2018



Tidak ada komentar