Mengunjungi Destinasi Wisata Kelas Dunia di Perbatasan Indonesia

mengunjungi destinasi wisata kelas dunia di perbatasan indonesia


Selamat siang teman-teman semua.

Pernah ngga sih, kepikiran untuk menjelajahi daerah perbatasan? Ini nih yang tiba-tiba terlintas di pikiranku beberapa minggu lalu. Ceritanya sih evaluasi dari trip ke Jepang kemaren, di mana Malaysia jadi tempat transit doang. Jadi kepikiran, gimana kalau trip selanjutnya itu ke daerah perbatasan negara kita dan negara tetangga. Pasti seru kan ya.

Hal ini terus terngiang-ngiang di kepala, sampai aku langsung mencari tahu mengenai daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Thanks to google dan semua informasi di dalamnya, aku jadi jatuh cinta dengan daerah perbatasan dua negara ini.

Ada dua lokasi perbatasan yang aku ingin kunjungi, yaitu Temajuk dan Entikong. Temajuk terletak di Kabupaten Sambas, sedangkan Entikong terletak di Kabupaten Sanggau. Keduanya masih menjadi bagian dari Provinsi Kalimantan Barat. 


Entikong


Salah satu alasan aku ingin mengunjungi Entikong adalah untuk melihat langsung perbedaan antara Entikong, sebuah desa asri di lembah yang berbatasan langsung dengan Tebedu, Serawak, Malaysia. Di Entikong ini berdiri Tugu Pancasila sebagai tanda desa ini masih menjadi bagian dari Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

Hanya di Entikong-lah kita bisa merasakan langsung bagaimana ekstrimnya perbedaan fasilitas antara kawasan Entikong, Indonesia dan Tebedu, Malaysia. Cuma di Entikong kita bisa menggunakan dua mata uang sekaligus, yaitu Rupiah dan Ringgit.


Border point di Entikong. Sumber gambar: batasnegeri.com

Temajuk


Temajuk menjadi desa di bagian utara Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Teluk Melano, Sarawak, Malaysia. Desa Temajuk dapat dijangkau dengan perjalanan selama enam jam dari Kota Singkawang menuju Sambas, dilanjutkan dengan naik feri menuju Teluk Kalong, dan dilanjutkan kembali dengan perjalanan darat menuju Desa Temajuk.

Kenapa aku ingin menjelajah ke Temajuk?

Jawabannya simpel, karena Temajuk menawarkan keindahan pantai kelas dunia. Memang belum terlalu banyak yang mengetahui indahnya pantai landai berpasir putih dengan garis pantai sepanjang 63 km yang menjadi tempat bertelurnya puluhan penyu mulai dari bulan Juni hingga September setiap tahunnya ini. Sedangkan pada bulan Maret hingga April, akan ada musim ubur-ubur di sini.

Pantai tanjung datuk temajuk perbatasan indonesia
Pantai Tanjung Datuk Temajuk. Sumber gambar: misterpangalayo.com

Di Pantai Temajuk kita bisa menguji keberanian dengan berselancar dengan tinggi ombak yang bisa melebihi dua meter pada bulan Oktober sampai Februari, atau trekking ke atas bukit untuk melihat mercu suar di sana. Kita juga bisa berenang dan berjalan di tepi pantai, serta menikmati sunset di dermaga Temajuk yang menyodorkan view menakjubkan. Atau kita juga bisa snorkeling di Teluk Atong untuk menikmati alam bawah lautnya.

Bayangkan saja saat kita bisa bersantai dan melarikan diri sejenak di Pantai Temajuk, jauh dari hiruk-pikuk pekerjaan yang terkadang terasa tak ada habisnya. Disuguhi air laut biru jernih dan tenangnya ombak pada bulan Maret sampai September sambil mencicipi hidangan seafood terutama lobster.

sunset di pantai temajuk perbatasan indonesia
Sunset di pantai Temajuk. Sumber gambar: mytrip.co.id

penyu di pantai temajuk perbatasan indonesia
Penyu di pantai Temajuk. Sumber gambar: citypost.id


Masalahnya adalah jarak Bengkulu ke Kalimantan Barat itu cukup jauh, belum lagi ditambah biaya lain-lainnya, maka aku harus bisa mencari tiket pesawat murah. Nah, untuk masalah tiket pesawat ini, beberapa saat lalu ada seorang teman yang memperkenalkan aku dengan JD.ID.

Selama ini aku mengira di JD.id kita hanya bisa berbelanja kebutuhan barang. Ternyata salah besar teman-teman. Dengan fitur terbaru dari JD.id, yaitu JD Flight, kita bisa menikmati fasilitas yang ditawarkannya, yaitu mudah pesan tiket pesawat. Jadi, aku bisa pesan tiket pesawat dari Bengkulu ke Pontianak deh.



Bukan hanya tiket pesawat, sekarang kita juga bisa memesan tiket hotel juga loh, dengan fitur JD Hotel. Jadi nantinya aku berencana untuk turut menjelajahi Kota Pontianak. Masalah penginapan dan tiket pesawat, beres deh. Cukup dengan JD.ID aja.


lomba blog #nulisjdturis jd.id



Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Indonesia Corners dan JD.ID. Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi.


Baca juga: Budaya Minta Oleh-oleh dan Titip Belikan Barang
Baca juga: Tips Anti Kekurangan dalam Mempersiapkan Dana untuk Mudik Lebaran 2018
Baca juga: Honor 9 Lite, Smartphone untuk Generasi Masa Kini

Tidak ada komentar