Subscribe!

Saat berhadapan dengan pandemi, sektor yang paling terkena imbasnya adalah sektor pariwisata Indonesia. Betapa tidak, sejak awal mula menyebarnya corona virus di Indonesia, kita dianjurkan untuk sebisa mungkin di rumah aja. Kita memilih untuk di rumah dan mengerjakan sebagian besar aktivitas dari rumah. Sebut saja belajar, bekerja, berolahraga, dan lain sebagainya.

Tak ayal bila pada beberapa sektor terjadi penurunan secara signifikan. Apalagi sektor pariwisata, siapa sih yang bisa jalan-jalan saat dilakukan PSBB? Tentunya nggak ada, ya kan. Penerbangan pun banyak dibatalkan, hotel-hotel banyak mengalami kerugian, ada maskapai yang berhenti beroperasi malah. Bahkan salah satu penyedia penginapan dengan harga terjangkau di Indonesia pun terpaksa gulung tikar saat pandemi ini melanda.


pariwisata indonesia







Pariwisata Indonesia Mulai Dipulihkan Saat Era Normal Baru dengan Menerapkan Protokol Kesehatan




Namun di saat new normal ini, ekonomi negara mulai dipulihkan. Kita mulai diizinkan untuk berangsur memulai beraktivitas dengan catatan: mematuhi protokol kesehatan dan menjaga kebersihan diri secara lebih intens. Begitu pula dengan kegiatan pariwisata, yang sedikit demi sedikit mulai diaktifkan kembali.

Untuk inilah, Indonesia yang mengusung logo Thoughtful Indonesia selama pagebulk ini, mencetuskan gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman), sebagai permulaan dalam membuka kembali pariwisata kepada khalayak ramai, tentunya dengan memberlakukan protokol kesehatan pada masa normal baru ini. Antara lain dengan menggunakan masker; mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer; serta menjaga jarak.


pariwisata indonesia
Ibu Hj Dewi Coryati, M.Si dari Komisi X DPR RI.





Gerakan Bersih Indah Sehat Aman (BISA) Agar Tetap Aman Saat Berwisata



Guna mulai membangkitkan pariwisata di daerah, di provinsi Bengkulu khususnya, dilakukan beberapa kali sosialisasi gerakan Bersih Indah Sehat Aman (BISA). Di kota Bengkulu sendiri dilakukan kegiatan pemberian dukungan fasilitas pengembangan destinasi pariwisata regional 1 dan sosialisasi gerakan BISA pada tanggal 12 Agustus 2020 di Taman Partai Berkas.

Gerakan BISA ini sendiri diinisiasi oleh Kemenparekraf atau Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, melalui anggota Komisi X DPR RI, Ibu Hj Dewi Coryati, M.Si. Nah, sebelum dilakukan di kota Bengkulu, kegiatan ini telah dilaksanakan terlebih dahulu di kabupaten Rejang Lebong, Kaur, dan Bengkulu Tengah.


pariwisata indonesia
Perwakilan dari 10 komunitas pelaku pariwisata di kota Bengkulu.


Tak tanggung-tanggung, acara ini dihadiri oleh wakil Dispar Prov. Bengkulu, Dispar Kota Bengkulu, dan 10 komunitas pelaku pariwisata di kota Bengkulu. Mulai dari komunitas surfing hingga komunitas Pulau Tikus semua turut dilibatkan dalam kegiatan ini, dan diberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai paket wisata apa saja yang mereka tawarkan. Tak lupa pula bagaimana mengemas paket wisata tersebut agar dapat menarik para pengunjung untuk datang dan berwisata di sana.

Totalnya ada 100 peserta dalam kegiatan ini, wajar bila Taman Pantai Berkas dipilih sebagai lokasi acara. Lokasinya outdoor dan cukup luas untuk memberlakukan jaga jarak sebagai salah satu protokol kesehatan.




Pentingnya Protokol Kesehatan Bagi Pengunjung dan Pelaku Wisata




Mengapa para komunitas pelaku wisata dilibatkan penuh dalam gerakan BISA ini? Karena pada saat normal baru ini kita tidak bisa lagi seenaknya datang ke sebuah destinasi wisata tanpa diberlakukannya protokol kesehatan secara penuh.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Infrastruktur dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pak Wijanarko SH, "Pola sekarang berbeda dengan pola sebelum masa COVID-19. Maka hal pertama yang harus dilakukan adalah penyisiran dan bersih-bersih pada destinasi pariwisata."

Tanpa protokol kesehatan, maka bagaimana kita bisa memastikan kesehatan, baik pelaku maupun pengunjung pariwisata? Maka kita harus disiplin, setiap kali akan masuk ke sebuah destinasi wisata, harus mencuci tangan terlebih dahulu dan melakukan pengukuran suhu. Tentu saja harus disiplin memakai masker dan menjaga jarak.


pariwisata indonesia
Cuci tangan dengan sabun sebelum masuk ke destinasi wisata.





Protokol Kesehatan untuk Meningkatkan Angka Kunjungan Wisatawan dan Memulihkan Pariwisata Indonesia




Protokol kesehatan sangat krusial diberlakukan agar para wisatawan dapat merasa aman saat mengunjungi destinasi wisata yang mengakibatkan angka kunjungan wisatawan pun semakin meningkat. Untuk itulah, Ibu Hj Dewi Coryati sangat menekankan pentingnya protokol kesehatan ini.

Menurut Ibu Dewi, kita mulai bisa kembali berwisata namun dengan menaati protokol kesehatan saat pandemi. Selalu terapkan 3M: mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Maka tempat mencuci tangan harus disediakan di setiap destinasi wisata.

Bukan itu saja, dalam rangka menjaga jarak maka jumlah pengunjung harus dibatasi. Jelas kapasitas pengunjungnya akan berkurang, menjadi hanya 50% dari kapasitas biasanya. Dan dengan catatan: harus tetap menjaga jarak dan tidak boleh berkerumun di satu tempat. Bila hal ini diterapkan dengan tepat, Ibu Dewi yakin bahwa secepatnya pariwisata Indonesia kembali membaik. Dengan bersama-sama menerapkan protokol kesehatan ini, bahu-membahu untuk kembali membangkitkan pariwisata Indonesia ini.


pariwisata indonesia
Alat-alat kebersihan yang diberikan kepada para peserta.


Sebagai permulaan penerapan protokol kesehatan ini, di lokasi kegiatan pun disediakan tempat cuci tangan. Para peserta pun diberikan hand sanitizer dan alat-alat kebersihan, antara lain sapu lidi dan serokan.


Untuk teman-teman yang sudah mulai kembali berwisata ke destinasi wisata yang sudah dibuka lagi, jangan lupa terapkan tips aman berwisata ya dan lalukan persiapan diri sebaik mungkin. Cepatlah bangkit, pariwisata Indonesia! ^^

No comments: